Senin, 14 November 2011

Manajemen Dan Budaya


Mengantri pada saat pengisian bahan bakar kendaraan. Ada disuatu tempat yang pernah saya kunjungi yang letaknya tidak jauh dari tempat tinggal saya. Suatu tempat SPBU yang benar-benar mempunyai pelayanan yang kurang baik sekali. Dimana setiap harinya selalu terjadi pengantrian panjang.  Akhirnya pun konsumen kecewa, dengan antrian yang panjang  membuat mereka berfikir mencari SPBU lain karena hanya membuang-buang waktu mereka saja. Kesimpulannya konsumen pun kecewa. Mereka mempunyai 3 stand pengisian, tetapi hanya mempunyai 2 karyawan. Yang tiap stand pengisiannya dijaga hanya oleh 1 karyawan/pekerja, dimana yang seharusnya dijaga oleh 2 karyawan/pekerja. Ada juga yang hanya memiliki 2 stand pengisian. Bagaimana ini bisa terjadi,??. Seharusnya ini menjadi tanggapan yang serius. Seseorang yang berperan penting harus menamabah jumlah karyawan/pekrja dan stand pengisian. Seperti yang kita ketahui, sekarang sudah membludaknya kendaraan. Tapi mengapa sampai sekarang pun belum adanya perubahan terhadap tempat  SPBU tersebut.  Seseorang yang berkaitan dengan itu harus mengatur sebaik mungkin agar tidak terjadi antrian seperti ini. Seseorang yang berperan penting pun  harus memanage nya dengan se detail mungkin agar dapat melayani masyarakat dengan baik  agar konsumen tidak kecewa. Seperti yang kita ketahui SPBU ini jelas-jelas perusahaan  yang bonafit. Seperti yang saya ketahui, perusahaan  yang bonafit itu, biasanya mempunyai pelayanan yang terbaik dimana mereka tidak akan mungkin memberikan pelayanan yang buruk.
Jika terjadi kejadian yang seperti ini secara terus menerus, konsumen pun akan lebih berminat mengisi bahan bakar ke tempat SPBU lain. Jika seseorang yang mengatur lingkup perusahaannya tidak memperdulikan/tidak segera memanage ulang, maka SPBU tersebut akan  gulung tikar. Sebaiknya perusahaan segera memanage ulang kembali, agar tidak terjadinya kesalahan seperti ini.

TERIMA KASIH J

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar